Ibu, betapa dalam dan luas samudra cintamu terhadap anak-anakmu. Cintamu tulus, jujur, sederhana, dan tak pernah dibungkus kompensasi. Selalu kautunjukkan cintamu dengan tindakan nyata sepenuh jiwa. Sedari mengandung, memberi ASI, mengasuh, hingga membesarkan kami. Kaulah pusat gravitasi kasih sayang (madinah al-rahmah) keluarga, yang hanya mengenal hukum cinta dan ketulusan dalam mengantarkan buah hatimu tumbuh dewasa.
Namun, di tengah kesibukan sehari-hari kami, kami sering lupa dan alpa akan peran dan jasa besarmu, Ibu. Padahal, kaulah teladan tertulus yang hidup hanya untuk kami, anak-anakmu. Kau pun rela menampung semua keluh kesah kami yang datang menghampirimu. Pun saat kami sudah membina keluarga, doamu tak pernah berhenti kaukirimkan untuk kami. Di mana bumi kami pijak, di situlah doamu kaujunjungkan kepada pemilik ‘Arasy Yang Maharahman.
